Renungan 16 Juni 2015: HUMILITY, KERENDAHAN HATI

2015.06.16-HUMILITY,-KERENDAHAN-HATI-01

Tuhan Yesus berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

2015.06.16-HUMILITY,-KERENDAHAN-HATI-02

Kuk sebagai anak Tuhan tidak berat jika kita pikul bersama Tuhan Yesus. Kuk itu bernama kerendahan hati, integritas, kebenaran, juga kemurahan hati.

Ayat Emas
“Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. ”
(Ams.29:23)

Mengakui kesalahan tidak pernah mudah. Kalau bisa, kita ingin dipandang benar terus. Saat kita datang dan mengakui kesalahan, itulah kerendahan hati.

Doakan
Para pelayan di gerejamu supaya memiliki kerendahan hati.

Saat orang lain yang mendapat pujian atas hasil kerja keras kita, hati ini rasanya memberontak. Ingin rasanya berteriak bahwa itu hasil kerja kita. Tapi jika saat itu kita hanya tersenyum dan mengucap syukur, itulah kerendahan hati.

Mengalah membutuhkan kebesaran hati. Saat kita mengutamakan orang lain lebih dari kepentingan diri sendiri, itulah kerendahan hati.

Mengapa aku harus memikul kuk ini, kuk yang bernama kerendahan hati ? Karena aku adalah putera Raja di atas segala Raja, yang telah memikul kuk yang sama.

Lengkapi dengan memakai huruf vokal yang tepat ya….

2015.06.16-HUMILITY,-KERENDAHAN-HATI-03

Doaku:
Tuhan Yesus, ajari aku untuk rendah hati selalu. Amin

No comments yet.