Renungan 30 September 2014: BERAKIT-RAKIT KE HULU

2014-09-30-berakit-rakit-ke-hulu-1

Masih ingatkah kalian pepatah yang mengatakan, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.” Artinya, bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.

Ayat Emas
“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”
(Ibr. 12:11)

Seorang petani bekerja keras mengolah tanahnya, sebelum ditaburi benih. Ia mengeluarkan banyak tenaga dan keringat.
Tetapi ketika masa panen tiba, ia dapat menikmati dengan sukacita dan ucapan syukur, setiap hasil yang didapatkannya. Ia telah melewati masa yang susah, dan sekarang tiba waktunya untuk bersukacita.

Doakan
Anak-anak mau bekerja keras dalam belajar dan berdoa.

2014-09-30-berakit-rakit-ke-hulu-2

Sebagai anak-anak Tuhan Yesus, kita harus tak jemu-jemu mendengarkan Firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin awalnya akan terasa susah dan berat. Tetapi percayalah, semakin kalian belajar mengasihi-Nya, Dia akan memberikan kerinduan yang besar dalam hatimu, untuk selalu bersekutu dengan-Nya. Jika kalian sudah terlatih untuk taat dan setia kepada Tuhan, maka kelak kalian juga akan menikmati sukacita yang lebih besar lagi.

APA SAJA YANG BIASANYA DILAKUKAN PETANI DI SAWAH/LADANGNYA? CERITAKAN DI KOTAK KOMENTAR!

Doaku:
Tuhan Yesus, aku mau taat pada-Mu. Tolong aku untuk mau belajar setia dan selalu mengasihi Engkau. Amin.

No comments yet.