Renungan 14 November 2014: SAMANTHA SMITH

2014-11-14-samanta-smith1

Pada tahun 1980 an, hubungan Amerika Serikat dan Uni Sovyet (sekarang Rusia) tidak baik. Masa itu dinamakan Perang Dingin. Karena meskipun tidak ada perang, tapi kedua negara sebenarnya saling bermusuhan dan berusaha saling mengalahkan.

2014-11-14-samanta-smith2

Adalah seorang gadis Amerika berumur 10 tahun bernama Samantha Smith, yang ketakutan akan terjadinya perang. Ia menulis surat pada pemimpin Uni Sovyet saat itu bernama Yuri Andropov. Ia memohon kedua negara bisa menciptakan perdamaian dan menghindari perang.

Ayat Emas
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
(Mat. 5:9)

Samantha mendapatkan surat balasan dan diundang ke Uni Sovyet. Ia kemudian menjadi pembicara tentang perdamaian di banyak tempat. Dunia menjulukinya Duta besar Perdamaian Termuda. Tapi ia meninggal pada umur 13 tahun, karena kecelakaan pesawat terbang. Uni Sovyet mengabdikannya dalam perangko. Di Maine, Amerika Serikat, didirikan patung peringatan untuknya.

Doakan
Anak-anak yang menjadi cacat karena perang Irak supaya ada bantuan bagi mereka dari PBB

Kamu pasti mempunyai teman, saudara bahkan orang tua yang kadang bermusuhan. Alangkah baiknya jika kamu membawa damai di tengah mereka. Pasti keadaan jadi lebih baik saat semuanya hidup dalam kasih dan persahabatan. Mau mencoba ?

Doaku:
Tuhan Yesus, mari pakai aku sebagai pembawa damai di manapun aku berada. Untuk membagikan kasih dan kedamaian. Amin.

No comments yet.