Renungan 7 Desember 2015: MENJADI KESAYANGAN ALLAH

2015.12.07-MENJADI-KESAYANGAN-ALLAH-02

Kecil disayang, besar disukai banyak orang. Semua orang pasti menginginkan seperti ungkapan tersebut. Coba bayangkan, bagaimana rasanya disayang dan disukai banyak orang. Semua orang memperhatikan, menyapa, tidak ada yang memusuhi atau menjahili. Wah,….. pasti asyik sekali!!

2015.12.07-MENJADI-KESAYANGAN-ALLAH-01

Tapi, bagaimana mungkin semua orang mau menyayangi kita, jika sejak kecil kita sudah menjadi anak yang nakal, bandel, dan tidak pernah berbuat baik pada teman-teman kita?

Ayat Emas
“…Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” ”
(1 Sam. 16:7b)

Anak-anak Imam Eli, sejak kecil telah berbuat jahat. Mereka suka mengganggu orang, mencuri daging persembahan kurban bagi Tuhan dan tidak menghormati Allah. Karena kejahatannya itu, Allah tidak menjadikan anak-anak Imam Eli sebagai pewaris keimaman ayahnya.

Doakan
Para pendetamu agar mereka tetap sehat dan melayani dengan pertolongan Tuhan.

Sangat berbeda dengan Samuel. Sejak kecil, ia hidup manis di hadapan Tuhan. Selalu berbuat benar di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan dan semua orang sayang kepadanya.

Menjadi kesayangan semua orang dan kesayangan Tuhan adalah keinginan semua orang. Hiduplah benar seperti Samuel, layanilah Tuhan dengan segala perbuatan baik, maka semua orang akan merima kita
dengan penuh kasih sayang.

Temukan dalam kumpulan huruf berikut, hal-hal baik yang bisa kamu teladani! Lingkari/warnai kata yang benar.

2015.12.07-MENJADI-KESAYANGAN-ALLAH-03

Doaku:
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk menaati perintahmu dan hidup benar seturut kehendak-Mu. Amin.

No comments yet.