Renungan 10 Desember 2015: KU MAU CINTA TUHAN

2015.12.10-KU-MAU-CINTA-TUHAN-01

Suatu hari Minggu, sepulang dari gereja, Bayu menemui Ibunya, “Bu, seandainya aku hidup pada zaman Tuhan Yesus hidup di dunia, aku pasti akan sangat senang…”

2015.12.10-KU-MAU-CINTA-TUHAN-03

“Mengapa kamu sangat senang?” tanya Ibunya heran.

Ayat Emas
“Engkau telah naik ketempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan. Engkau telah menerima persembahan-persembahan diantara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana ya Tuhan Allah.”
(Mzm. 68:19)

“Karena aku akan belajar langsung dari Tuhan Yesus untuk mengasihi sesamaku!” sahut Bayu.

Doakan
Para orang-tua yang hidup sendiri, jauh dari anak-anaknya, agar mereka tetap sehat dan dipenuhi sukacita.

“Kamu mau mengasihi Tuhan?” tanya ibu lagi. “ Ya,…aku mau mengasihi Tuhan, “ jawab Bayu.

“Kalau begitu, tolong antarkan sayuran dan kue ini ke rumah Pak Wawan,” ucap Ibu. Pak Wawan adalah tetangga mereka, yang usianya sudah cukup tua dan hidup sendiri di rumahnya yang terletak di pinggir sungai, sekitar 2 Km jaraknya dari rumah mereka.

Bayu sempat berpikir dalam hatinya, “Wah, kalau aku antar sayuran dan kue ini, berarti aku tidak bisa bermain sepak bola bersama teman-temanku.” Tapi segera ditepiskannya pikiran itu. “Oke, siap Bu!” ucapnya dengan tegas.

Belajar mengasihi sesama berarti juga mengasihi Tuhan Yesus. Yuk, mengasihi sesama kita dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi kita.

Yuk, bantu Bayu menuju rumah Pak Wawan, agar tidak tersesat!

2015.12.10-KU-MAU-CINTA-TUHAN-02

Doaku:
Tuhan Yesus, pimpin aku untuk mengasihi sesamaku sebagai ungkapan kasihku kepada-Mu. Amin.

No comments yet.