Renungan 12 desember 2015: YAH,…TERPAKSA DEH!

2015.12.12-YAH,...TERPAKSA-DEH!-01

Bimo tengah berjalan-jalan bersama teman-temannya. Minggu ini telah dekat dengan Natal, jadi ia ingin melihat sesuatu di pusat pertokoan.

2015.12.12-YAH,...TERPAKSA-DEH!-02

Jalan raya sangat ramai, mereka menyeberang jalan di jembatan penyeberangan. Saat di atas jembatan penyeberangan itu lah, Bimo melihat beberapa pengemis di sana. Merasa iba melihat pengemis itu, Bimo merogoh sakunya dan memberikan dua buah koin Rp 1.000,- pada dua orang pengemis di situ.

Ayat Emas
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
(2 Kor.9:7)

Setelah lelah berjalan-jalan, mereka mampir di sebuah toko yang menjual makanan dan minuman. Teman-teman Bimo segera membeli es krim dan beberapa kue. Bimo yang merasa kehausan, ingin juga membeli es krim. Ia merogoh saku celananya dan kemudian merasa sangat menyesal dan sedih, karena uang yang tersisa di sana tidak cukup untuk membeli es krim.

Doakan
Teman-temanmu yang hidupnya berkekurangan agar Tuhan mencukupkan kebutuhan mereka.

“Coba aku tadi tidak memberi pengemis itu,… pasti aku bisa membeli es krim,” pikir Bimo dalam hatinya. “Yah,.. terpaksa deh ngiler melihat teman yang lagi makan es krim!”

Tuhan Yesus menghendaki kita belajar memberi dengan sukarela, jangan menyesal dan merasa terpaksa saat memberikan sesuatu pada orang. Belajarlah memberi dengan sukacita dan kerelaan hati!

2015.12.12-YAH,...TERPAKSA-DEH!-03

Doaku:
Tuhan Yesus, ajar aku untuk mau berbagi dengan sukacita pada sesamaku. Amin.

No comments yet.