Renungan 16 Desember 2015: KESELAMATANKU

2015.12.16-KESELAMATANKU-01

Nama temanku sebenarnya Tri budi, yang artinya anak ke-tiga yang berbudi. Tapi anehnya, sekarang semua orang memanggilnya Slamet, yang artinya selamat. Begini kisahnya…

2015.12.16-KESELAMATANKU-02

Orang-tua Budi bekerja sebagai buruh penggali pasir. Saat Budi berumur tiga tahun, ia ikut ibunya menggali pasir di Kali Putih, tak jauh dari rumah mereka. Budi digendong ibunya, sedang ayahnya berada dua meter di depan mereka.

Ayat Emas
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. ”
(Mzm. 62:2)

BRUK! Tiba-tiba….. tebing pasir setinggi sekitar 10 meter itu mendadak runtuh menimpa Budi dan ibunya. Hampir sekitar satu bulan mereka dirawat di rumah sakit, sedangkan ayahnya selamat. Akibat kejadian itu, kini kaki Ibu Budi pincang, sedangkan Budi sendiri sekarang harus berjalan dengan mengesot.

Doakan
Anak-anak yang bekerja membantu orang-tuanya, usai sekolah, agar Tuhan melindungi mereka.

Terlebih dari semuanya itu, Budi tetap mau memuji Tuhan, karena setelah terkubur hampir dua jam, ternyata mereka selamat. Sejak saat itu, seperti layaknya orang Jawa yang lainnya, sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan, nama Budi pun diubah menjadi Slamet.

Tuhan Allah bisa melakukan segala perkara, dia pun akan melaksanakan segala keputusan-Nya. Jika Allah mau kita selamat, maka jadilah kehendak-Nya. Jangan takut, Allah di pihak kita!

Ada berapa kata SELAMAT dalam kumpulan huruf berikut?

2015.12.16-KESELAMATANKU-03

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih, karena kasih-Mu aku beroleh keselamatan. Amin.

No comments yet.