Renungan 17 Desember 2015: SANG PENOLONG

2015.12.17-SANG-PENOLONG-01

Seperti biasa, sepulang sekolah, Bella dan David bersama-sama berjalan kaki pulang ke rumah. Di tengah perjalanan mereka melihat seorang anak kecil sedang menangis dan sendirian. Karena merasa iba Bella ingin menolong anak itu, tapi David malah marah-marah kepadanya.

2015.12.17-SANG-PENOLONG-02

“Bell, ngapain sih, kamu kok repot-repot menolong anak kecil itu? Ayo, cepat pulang! Biarkan saja anak itu, toh, nanti pasti ada orang yang akan menolongnya!” teriak David dengan suara keras. Tapi Bella malahan segera menghampiri anak tersebut dan menolongnya.

Ayat Emas
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita. Seorang putra telah diberikan untuk kita: lambang pemerintahan ada di atas bahunya… ”
(Yes. 9:5a)

Suatu saat, David bermain sepeda di tanah lapang dan tiba-tiba ia terjatuh dari sepeda. “Aduh…sakit…sakit… Tolooooong!” rintih David sambil memegangi lututnya yang terluka. Kebetulan ada tiga orang anak seusianya, yang lewat di depannya. Tapi mereka malahan lari, pergi meninggalkannya sendirian.

Doakan
Teman-temanmu mau belajar menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan.

Manusia terkadang menghitung untung dan rugi untuk menolong sesamanya. Tetapi Bapa di Surga tidak pernah menghitung rugi untuk menyelamatkan umat manusia. Bahkan, Dia memberikan anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa kita. Dialah penolong sejati bagi hidup kita.

Doaku:
Tuhan Yesus, berikanlah hati yang penuh kasih sayang dalam hidupku, agar aku juga bisa mengasihi sesamaku. Amin.

No comments yet.