Renungan 28 Desember 2015: TUHANLAH PENYELAMATKU

2015.12.28-TUHANLAH-PENYELAMATKU-01

Pada tanggal 4 November 2010, langit di sekitar kota Yogyakarta gelap gulita. Hujan air dan pasir terjadi sejak dua hari sebelumnya, tapi hari itu keadaan sudah benar-benar parah. Bumi bergetar keras setiap beberapa puluh menit, bau belerang sangat menyengat.

2015.12.28-TUHANLAH-PENYELAMATKU-02

Kami semua tidak berangkat sekolah hari itu. Tiba-tiba jam 2 siang, papa mendapat telepon dari temannya, “Pak Andre, kalau bisa segera ungsikan keluarga ke luar kota sejauh mungkin sekarang juga!” kata teman papa. Papa segera menelpon kakek dan kami segera berkemas mengungsi.

Ayat Emas
“Lengkapi dengan huruf vokal yang tepat, dan kamu akan bisa membaca pesannya!”
(Mzm.18:47)

Kami segera berangkat, sedang papa dan mama tetap bertahan di kota, untuk membantu para pengungsi yang ditampung di sekolah papa. Benar saja, malam itu, Gunung Merapi meletus hebat.

Doakan
Para pengungsi yang masih tinggal di tempat penampungan sementara, agar mereka segera diselamatkan.

Apa yang akan terjadi jika saat itu Tuhan tidak mengutus teman papa untuk menelpon papa? Tuhan Yesus telah menyelamatkan kami. Tak kurang dari lima jam sebelum keadaan semakin parah, Tuhan sudah menyelamatkan kami.

Yusuf dan keluarga kecilnya pun mendapat pertolongan dari Allah. Sebelum bahaya datang, Allah sudah memindahkan mereka ke Mesir hingga keadaan menjadi aman kembali. Tuhan menolong setiap anak-anak-Nya, pertolongannya berlaku bagi siapapun juga, asal ia mau percaya. Jangan lambat, segera datang pada Tuhan Yesus, dan Ia akan menolongmu.

Lengkapi dengan huruf vokal yang tepat, dan kamu akan bisa membaca pesannya!

2015.12.28-TUHANLAH-PENYELAMATKU-03

Doaku:
Tuhan Yesus, Engkaulah penolongku yang sungguh. Aku mau bersandar pada-Mu. Amin.

No comments yet.