Renungan 4 April 2015: JANGAN BERSEDIH TERUS!

2015.03.30-jangan-bersedih-terus-01

Setiap kali Ade menangis, matanya penuh dengan air mata, sehingga tak sadar kalau matanya menutup dan dia tak lagi bisa melihat sekitarnya.

2015.03.30-jangan-bersedih-terus-02

Kalau sudah menangis begitu, bujuk rayu dari kakaknya pun tak mempan. Bahkan Ade tak mau lagi melihat orang lain, karena perasaan sedihnya.

Ayat Emas
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. ”
(Ams. 3:5)

Saat Tuhan Yesus disalibkan, para murid juga sangat bersedih hati. Mereka menangisi kematian Tuhan Yesus terus-menerus, sehingga lupa akan janji Tuhan, bahwa Dia akan bangkit lagi diantara orang mati.

Doakan
Anak-anak Tuhan tetap fokus pada tugasnya meski sedang bersedih hati

Bersedih hati boleh-boleh saja, tapi tetaplah sadar bahwa masih ada satu hal yang perlu kita lakukan. Jika kita terbenam pada kesedihan hati, kita tidak akan dapat maju dan menikmati janji keselamatan-Nya. Percayalah, janji Tuhan Yesus pasti akan ditepati, jadi tetaplah percaya pada-Nya.

Bisakah kamu menemukan kalimat “Aku percaya pada janji-Mu, Tuhan” dalam kumpulan huruf berikut?

2015.03.30-jangan-bersedih-terus-03

Doaku:
Tuhan Yesus, aku mau mempercayai janji-Mu. Terimakasih telah berkorban dan menyelamatkan hidupku. Amin.

No comments yet.