Renungan 8 April 2015: MERENDAHKAN HATI

2015.04.08-merendahkan-hati-01

Hari ini Bertha berlutut dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Dalam doanya ia meminta agar Tuhan menolongnya untuk selalu percaya dan berharap kepada Tuhan.

2015.04.08-merendahkan-hati-02

Sejak ayah Bertha meninggal, ia dan ibunya benar-benar hanya berharap pada pertolongan Tuhan Yesus. Pernah suatu kali mereka tidak mempunyai makanan sama sekali. Perut Bertha dan ibunya telah lapar. Mereka hanya bisa berdoa pada Tuhan Yesus. Tiba-tiba tetangganya datang mengantarkan empat buah ketupat lengkap dengan semangkuk opor ayamnya!

Ayat Emas
“Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.”
(Mzm. 25:9)

Pernah juga, suatu kali, Ibu Bertha kehabisan uang untuk membayar uang sekolah Bertha, dan mereka berdoa lagi. Ketika keesokan harinya Bertha dipanggil menghadap kepala sekolahnya, Pak kepala sekolah memberitahu bahwa seseorang telah membayarkan uang sekolahnya. Ajaib bukan!

Doakan
Teman di kelasmu yang kesulitan membayar keperluan sekolah
Agar Tuhan menolong

Bertha tahu betul bahwa jika ia selalu merendahkan hatinya dan berdoa kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan pasti akan menolongnya.

Bisakah kamu menyusun huruf-huruf berikut menjadi sebuah kalimat yang benar?

2015.04.08-merendahkan-hati-03

Doaku:
Bapa di Sorga, aku percaya untuk semua persoalanku, Engkau punya cara yang ajaib untuk menolong aku. Amin.

No comments yet.