Renungan 1 Mei 2015: BIAR KECIL ASAL TUHAN CINTA

2015.05.01-biar-kecil-asal-Tuhan-cinta-01

Rima merasa menjadi anak yang paling malang di kelasnya. Tubuhnya paling kecil di antara teman-temannya, duduknya pun di pojok kelas. Ia jadi kurang PD alias gak percaya diri.

2015.05.01-biar-kecil-asal-Tuhan-cinta-02

Jika pelajaran olah raga loncat tinggi berlangsung, Rima selalu meloncat paling rendah. Saat upacara bendera pun, dia harus berdiri di barisan paling depan. Parahnya lagi saat kegiatan Pramuka, maka dialah yang selalu dijadikan korban, ditandu dalam praktik PPPK.

Ayat Emas
“Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. ”
(Yer.1:7)

Suatu hari, Bu Kristina, guru musiknya, mengumumkan bahwa sekolah mereka akan mengikuti Lomba Lagu Rohani Anak-anak se-Jawa Tengah. Sekolah mereka mengirimkan Rima sebagai wakilnya. “Mengapa saya yang dikirim Bu?” tanya Rima kaget. “Lho, kamu kan yang paling berbakat menyanyi di sekolah kita,” jawab Bu Kristina.

Doakan
Anak-anak tidak meremehkan temannya yang lemah

Dengan bimbingan Bu Kristina, akhirnya Rima giat berlatih. Ternyata usahanya tidak sia-sia, dia berhasil menyabet juara ke II Lomba lagu Rohani se-Jawa Tengah. Tuhan melihat segala ciptaan-Nya baik. Jika Tuhan telah memilih, siapapun bisa dipakai Tuhan.

Bisakah kamu membaca pesan berikut? Lompati setiap dua huruf, dari huruf awal “A”. Tulis kembali pada tempat yang tersedia!

2015.05.01-biar-kecil-asal-Tuhan-cinta-03

Doaku:
Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau mengasihiku dan membuat hidupku berarti. Amin.

No comments yet.