Renungan 12 Mei 2015: BERHARAP HANYA PADA-MU

2015.05.12-berharap-hanya-padaMu-01

Kakek dan nenek Rasmi adalah pembantu di rumah Pak Lurah Suroso, demikian juga ayah dan Ibu Rasmi. Mereka sudah bekerja di sana secara turun temurun.

2015.05.12-berharap-hanya-padaMu-02

Keluarga Pak Lurah memang baik, sehingga mereka boleh tinggal di sana. Tapi jauh di dalam hati Rasmi terbesit sebuah cita-cita.

Ayat Emas
“Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, ”
(Mzm. 13:4)

.”Ah…. masak sih kami harus turun-temurun bekerja seperti ini semua?” pikir Rasmi. Rasmi ingin bekerja di tempat yang lain, bisa melihat kota lain, dan merasakan dunia lain. Rasmi rajin berdoa untuk cita-citanya.

Doakan
Anak-anak di panti asuhan mendapatkan beasiswa untuk sekolah mereka

Suatu hari, serombongan dosen sebuah Universitas Kristen berkunjung ke rumah Pak Suroso. Entah apa yang dibicarakan, tapi hari itu Rasmi menerima sukacita besar. Salah satu dosen itu ingin menjadi bapak asuh Rasmi dan bersedia membiayai sekolahnya. “Puji Tuhan!” teriak Rasmi dalam hati

10 tahun kemudian…. Rasmi telah berada di Jerman. Ia mendapat beasiswa belajar di sana, dan saat ini sedang magang bekerja di sebuah perusahaan besar di sana.

Ketekunan dan ketaatan anak-anak Tuhan pasti membuahkan sukacita. Tuhan Yesus tak pernah menutup mata terhadap setiap doa dan permohonan anak-anak-Nya, terlebih jika doa itu dinaikkan oleh hati yang taat dan benar di hadapan Allah.

Baca kalimat ini keras-keras!

2015.05.12-berharap-hanya-padaMu-03

Doaku:
Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau sudah memilih aku menjadi anakMu. Berkatilah dan sertai aku menggapai cita-citaku. Amin.

No comments yet.