Renungan 17 Mei 2015: BELAJAR TAAT

2015.05.17-belajar-taat-01

Sebelum berangkat sekolah Yahya diingatkan kembali oleh ibu agar tidak melakukan permainan yang berbahaya.

2015.05.17-belajar-taat-02

Seperti biasa, saat jam istirahat sekolah Yahya bermain bersama teman-temannya. Sebelumnya, Ibu Guru berpesan agar mereka tidak bermain di halaman belakang sekolah.

Ayat Emas
“supaya mereka mendengarnya dan belajar takut akan TUHAN, ”
(Ul.31:12b)

Tapi hari itu, Yahya melupakan nasihat ibu dan gurunya. Karena halaman depan sekolah penuh dengan anak-anak yang sedang beristirahat, maka ia dan teman-temannya bermain kejar-kejaran hingga halaman belakang sekolah.

Doakan
Anak-anak mau mendengarkan nasihat dan belajar menaatinya

Tak lama kemudian….
“Aduh,….sakiiiiittttt!” teriak Yahya keras. Air matanya keluar menahan tangis dan rasa sakit. Teman-temannya kaget, bukan kepalang.

Segera mereka menghentikan permainan dan menghampirinya. “Lho, kakimu kenapa, kok berdarah?” ucap Roni, dengan wajah kaget. Sepertinya kaki Yahya terluka akibat terkena pecahan gelas, tambah lagi dia melepas sepatunya saat bermain tadi. Setelah mendapatkan pertolongan dari Puskesmas terdekat, akhirnya Yahya bisa pulang ke rumahnya.

Nah, khan…siapa yang tidak taat, pasti akan menerima akibatnya. Belajar taat, apa ruginya?

Yuk, baca kalimat berikut dan hafalkan!

2015.05.17-belajar-taat-03

Doaku:
Tuhan Yesus, aku ingin hidup taat dan selalu mendengarkan suara-Mu. Tolong aku, ya, Tuhan. Amin.

No comments yet.