Renungan 8 Juli 2015: BAJU SOBEK AYAH

2015.07.08-BAJU-SOBEK-AYAH-01

Ayah dulu berasal dari keluarga yang kurang mampu. Makanan di rumah terbatas, jadi seringkali harus berbagi dengan semua anggota keluarga. Untuk sekolah pun harus berjalan kaki puluhan meter jauhnya.

2015.07.08-BAJU-SOBEK-AYAH-02

Ayah tidak mempunyai baju seragam yang baik, seperti saat ini. Ia selalu memakai baju lengan panjang yang dilipat, untuk menutupi bagian yang sobek. Tapi di kelas ia suka membantu teman-temannya yang kurang mengerti pelajaran. Ia mengajari teman-temannya cara menyelesaikan soal-soal matematika yang sulit dengan cara yang lebih mudah.

Ayat Emas
“tetapi janda ini memberi dari kekurangannya ”
(Mrk. 12:44b)

Saat sudah berkeluarga, dan aku lahir, kehidupan ayah semakin membaik. Suatu saat Ayah bertemu seorang temannya, yang telah menjadi dokter. “Terimakasih ya,” ucapnya pada Ayah. Ternyata dulu, karena bantuan Ayah lah, ia bisa menjadi seorang dokter.

Doakan
Teman-teman kamu yang hidupnya serba kekurangan agar Tuhan mencukupkan

Hidup dalam kekurangan bukan berarti kita tidak bisa memberikan sesuatu pada sesama kita atau pada Tuhan Yesus. ada banyak berkat dalam hidup ini yang layak dibagikan, seperti talenta yang ada dalam hidup kita. Jika kamu hanya memiliki satu, kembangkanlah hal itu secara maksimal, agar kamu juga bisa senantiasa menjadi berkat. Tuhan Yesus menolong dan memberkati anak-anak-Nya.

Pikirkan dan tuliskan di bawah ini, sesuatu yang bisa kamu bagikan dengan teman/saudaramu yang lain, dari apa yang kamu miliki!

Doaku:
Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini kurang bisa bersyukur dalam hidupku. Aku mau belajar berbagi dengan sesamaku. Amin.

No comments yet.