Renungan 31 Juli 2015: SI PEMALU

2015.07.31-SI-PEMALU-01

Roby anak yang pemalu dan pendiam. Tambah lagi bentuk tubuhnya yang kecil membuatnya makin minder, sehingga jarang bergaul dengan teman-temannya.

2015.07.31-SI-PEMALU-02

Saat jam istirahat di sekolah, Roby lebih banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan sekolah. Membaca buku atau kadang mendengarkan musik.

Ayat Emas
“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”
(Mzm.139:14)

Vony, teman sebangkunya merasa heran. Suatu kali dia mengikuti Roby saat ia berada di perpustakaan. “Rob, lagi ngapain?” bisik Vony, karena di perpustakaan di larang berbicara keras-keras. “Eh, Von, gak biasanya kamu ke perpus? Aku mau baca buku,” ucap Roby.

Doakan
Teman-teman yang masih minder

“Kenapa gak pernah main-main bareng teman-teman yang lainnya pas jam istirahat?” tanya Vony heran.
“Aku malu…soalnya tubuhku kecil,” ucap Roby sambil melihat teman-temannya yang bermain bola di halaman sekolah, dari kaca jendela perpus.

Tiba-tiba Vony menyeret tangan Roby dan mereka berlari bersama menuju halaman sekolah. Tak lama kemudian, Roby sudah bergabung bermain dengan teman-temannya yang lain.

Ternyata menyenangkan juga bermain bersama mereka. Rugi ternyata kalau kita memelihara sifat pemalu dalam diri kita. Selain tidak bisa berkembang, tidak punya kawan, kita juga kurang bersyukur atas berkat Tuhan. Ingatlah, kamu diciptakan istimewa dan memiliki keistimewaan tersendiri.

Hafalkan kalimat berikut!

2015.07.31-SI-PEMALU-03

Doaku:
Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau membuatku istimewa. Ajar aku untuk senantiasa belajar mensyukurinya. Amin.

No comments yet.