Renungan 2 September 2015: TIDAK KENAL MALU

2015.09.02-TIDAK-KENAL-MALU-01

Sejak ayahnya meninggal, Karim menjadi tulang punggung keluarganya. Ia bekerja keras mencari uang untuk membantu ibunya.

2015.09.02-TIDAK-KENAL-MALU-02

Sepulang Sekolah, Karim berkeliling kampung untuk memulung barang-barang bekas yang bisa dijual. “Rim… ngapain kamu mungutin barang-barang bekas itu? Tak malu sama teman-teman kita?” tanya Rina teman sekelasnya, saat mereka berjumpa di jalan.

Ayat Emas
“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu ”
(2 Tim. 2:15)

“Ngapain harus malu Rin, aku kan gak mencuri…lagian aku mau membantu Ibu mencari uang buat biayaku dan adik-adikku,” ucap Karim.

Doakan
Teman-teman kamu giat bekerja untuk membantu keluarganya

Benar juga kata Karim, kerja apa saja yang penting halal, gak perlu malu. Tuhan Yesus pasti memberkati orang yang suka bekerja keras seperti Karim. Karim adalah saksi Tuhan yang hidup, yang tak kenal lelah dan tak kenal malu melakukan kebaikan.

Yuk, sekarang bantu Karim menghitung kebutuhannya:
Adik Karim harus membeli buku seharga Rp 5.600,- ibu harus membeli beras seharga Rp 8.000,- gula Rp 7.000,- tahu dan tempe Rp 5.000,- Jumlah uang yang harus dibawa Karim adalah Rp

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih karena masih memberiku kesempatan hidup. Aku mau belajar menceritakan kebaikan-Mu pada orang lain. Berkati aku, amin.

No comments yet.