Renungan 10 September 2015: KURANG GARAM

2015.09.10-KURANG-GARAM-01

Ternyata garam sudah sangat terkenal sejak zaman nenek moyang kita. Orang-orang zaman dulu, saat mempersembahkan hewan korban pada Tuhan, harus diberi garam supaya tidak tawar dan rasa dagingnya enak. Sampai saat ini, fungsi garam masih sama, yaitu membuat masakan lebih sedap dan gurih.

2015.09.10-KURANG-GARAM-02

Suatu hari Budi tertarik melihat roti yang dijual di sebuah toko roti, karena bentuk dan warnanya yang menarik. Akhirnya ia membeli dua buah roti. Setelah digigit, “Ueeeek!!! Kok tawar banget ya? Rasanya gak enak… Coba yang satu lagi… huuuueeeek! Duh, kok sama sih rasanya gak enak, kurang garam…..”

Ayat Emas
“ Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam. ”
(Im. 2:13)

Kamu juga seperti roti itu, walau kelihatannya cakap cantik, tampan, kaya, pintar, tetapi bila perbuatanmu tidak baik maka sia-sia semua kecantikan dan ketampanan itu. Semua gak enak di mata orang dan di mata Tuhan. Makanya beri rasa enak dalam hidupmu dengan perbuatan-perbuatan baik yaaaa….

Doakan
Teman-temanmu yang ada di pengungsian bencana, agar mereka bisa saling mengasihi

Coba sekarang isilah kolom yang kosong berikut ini, dengan perbuatan baik!

2015.09.10-KURANG-GARAM-03

Doaku:
Tuhan Yesus, ajari aku melengkapi hidupku dengan perbuatan-perbuatan baik, agar aku menjadi garam bagi orang lain, juga bagi-Mu, amin.

No comments yet.