Renungan 13 September 2015: PERJANJIAN GARAM

2015.09.13-PERJANJIAN-GARAM-01

“Ha…ha… ada-ada saja… mana ada perjanjian garam?” Nita tertawa terbahak-bahak di samping Dewi.

2015.09.13-PERJANJIAN-GARAM-02

“Eiiits, tapi bener lho Nit! Coba baca nih, kitab Bilangan 18 ayat 19… Tuhan akan memberikan semua persembahan yang terbaik alias semua yang terbaik akan diberikan kepada umat kesayanganya, yang selalu taat kepada-Nya. Dan perjanjiannya disebut Perjanjian Garam…”

Ayat Emas
“Segala persembahan khusus, yakni persembahan kudus yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN, Aku berikan kepadamu dan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan bersama-sama dengan engkau; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya; itulah suatu perjanjian garam untuk selama-lamanya di hadapan TUHAN bagimu serta bagi keturunanmu.”
(Bil. 18:19)

“Nit, garam kan bisa digunakan untuk mengawetkan daging dan ikan agar tidak busuk…. nah perjanjian garam itu lambang perjanjian yang awet alias abadi. Janji Tuhan selalu ditepati…” jawab Dewi.
“Kalau gitu kita harus jadi anak kesayangan-Nya dan selalu taat kepada-Nya, ya? Aku mau….biar dapat yang terbaik dari Tuhan.”

Doakan
Teman-teman di kelasmu mau menepati janjinya

“Kalau gitu kita harus jadi anak kesayangan-Nya dan selalu taat kepada-Nya, ya? Aku mau….biar dapat yang terbaik dari Tuhan.”

Lengkapilah kalimat berikut dengan huruf vokal yang sesuai!

2015.09.13-PERJANJIAN-GARAM-03

Doaku:
Tuhan Yesus, ampuni aku bila selama ini belum berlaku baik pada semua orang. Berkati aku sepanjang hari ini, agar aku bisa menjadi saksi yang baik, amin.

No comments yet.