Renungan 13 Juli 2016: MELALUI SURAT

13-MELALUI-SURAT

Namaku Sophie, aku kehilangan kedua orang-tuaku saat aku berumur 7 tahun, karena kecelakaan mobil. Aku berusaha untuk tampak baik-baik saja. Tapi setelah 6 tahun berlalu, rasanya aku tidak dapat menahannya lagi. Kini aku berumur 13 tahun dan ada waktu-waktu tertentu aku sangat membutuhkan ibuku.

13-MELALUI-SURAT-2

Kakakku, Jay, mengurusku dengan mengerahkan kemampuan terbaiknya. Tapi aku memberontak dan berteriak padanya. Aku ingin mengatakan apa yang aku rasakan, sehingga ia tahu aku tidak bermaksud berteriak padanya dan aku menyayanginya. Jadi aku menulis surat untuknya, karena bagiku menulis lebih mudah untuk mengungkapkan perasaanku.

Ayat Emas
“Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya. ”
(Ams.14:10)

Ia membacanya, kemudian memelukku dan mengatakan betapa ia menyayangiku. Kemudian ia menulis surat untuk mengungkapkan
perasaannya sehingga aku bisa mengetahui betapa ia menyayangiku. Kami saling memahami setelah itu dan saat aku butuh ketenangan, aku bisa membaca suratnya. http://www.experienceproject.com/stories/Have-Lost-Both-My-Parents/2923561 bukalah website ini jika ingin tahu surat yang ditulis Jay untuk adiknya.

Doakan
Anak-anak yatim piatu yang kehilangan kedua orang tua mereka.

Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk mengungkapkan perasaan. Ada yang berbicara langsung, menulis, membuat gambar, bahkan memainkan musik. Jika kamu selalu bertengkar dengan orang-tuamu, mungkin ini saatnya menulis surat untuk mengungkapkan perasaanmu. Jangan lupa mengatakan bahwa kamu menyayangi mereka, setelah kamu menumpahkan isi hatimu, oke..!

Lengkapi dengan huruf vokal yang tepat.

Doaku:
Roh Kudus, tolong aku untuk bisa mengutarakan apa yang aku rasakan dengan cara yang baik, bukan menyebabkan pertengkaran. Amin.

No comments yet.