Renungan 17 Juli 2016: TINGGALKAN “GELANGGANG”

17-TINGGALKAN-“GELANGGANG”

Setiap pertengkaran, pasti dimulai dengan perbantahan. Masing-masing adu bicara, merasa dirinyalah yang paling benar. Makin lama kata-kata makin keras, makin tajam dan saling mengatai.

17-TINGGALKAN-“GELANGGANG”-2

Nah, sudah deh…, keduanya sakit hati dan mungkin saja bisa saling melukai. Betul kan..?
Supaya tidak ada yang terluka, baik fisik ataupun perasaan, berhentilah saat perbantahan dimulai.

Ayat Emas
“Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan. ”
(Ams.15:18)

Saat adu bicara mulai meninggi, kemarahan mulai naik, nah…, itu saatnya berhenti bicara dan meninggalkan “gelanggang” pertengkaran. Yang bisa menguasai diri dan menghentikan perbantahan, sebetulnya dialah pemenangnya.

Doakan
Temanmu yang terkenal suka marah supaya ia mendapat pertolongan.

Jadi, pemenangnya adalah siapa yang lebih sabar. Jangan pedulikan orang yang mengatai kita penakut, kalah, dsb. Di hadapan Tuhan, kamulah pemenangnya. Terapkan hal ini di rumah, di sekolah atau di manapun kamu berada. Jadilah orang yang sabar. Ok..!

Isilah tempat kosong di bawah ini menurut Amsal 16:32.

17-TINGGALKAN-“GELANGGANG”-3

Doaku:
Roh Kudus, menahan marah itu tidak mudah. Aku memohon hikmat, tuntunan dan kekuatan dari-Mu supaya aku menjadi lebih sabar. Amin.

No comments yet.