Renungan 18 September: BERHARAP DENGAN SETIA

Bacaan: Roma 8:25-28
18-berharap-dengan-setia

Ujian sekolah hampir tiba, semakin resah pula hati Ani. Bukan karena ia tidak siap menghadapi ujian tersebut. Ia sudah belajar dengan tekun dan rajin. Nilai-nilainya selama ini juga cukup bagus. Ani resah karena uang sekolahnya belum lunas terbayar, padahal syarat mengikuti ujian adalah semua tanggungan sekolah harus beres.

18-berharap-dengan-setia-2

Ani kasihan melihat ibunya, yang bekerja keras membuat kue-kue pesanan dari pagi hingga malam. Ayah juga masih bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Ani hanya bisa membantu mengerjakan pekerjaan rumah, menemani adiknya dan berdoa supaya Tuhan Yesus menolongnya.

Ayat Emas
“Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”
(Rm. 8:25)

Tiga hari sebelum ujian berlangsung, Guru wali kelas memanggil Ani. “Bagaimana Ani, kapan kamu bisa melunasi biaya sekolahmu? Ujian sudah semakin dekat, kamu tahu bukan?” Ani hanya bisa menjawab dengan bibirnya yang bergetar, “I…i…iya, Bu. Dua hari lagi ya, Bu.”

Doakan
Temanmu yang belum melunasi biaya sekolahnya.

Sesampai di rumah, Ani menceritakan hal tersebut pada ibunya. “Baiklah Ani, kita berdoa supaya Tuhan mencukupkan kebutuhan kita dan berharap pada pertolongan-Nya,” ucap Ibu. Sesaat setelah mereka berdua berdoa, tiba-tiba pintu rumah diketuk seseorang. Saat pintu dibukakan, betapa bahagianya Ani dan ibunya, melihat siapa yang datang. Seseorang yang mereka rindukan selama ini, berdiri di depan pintu dengan senyum dan kemudian memeluk mereka dengan erat. “Terima kasih, Tuhan, Engkau menjawab doa kami. Ayah telah datang tepat pada waktunya!”

Lengkapi kalimat berikut dengan huruf yang tepat!

18-berharap-dengan-setia-3

Doaku:
Bapa di surga, aku mau selalu berharap pada-Mu, karena hanya Engkaulah sumber pertolonganku. Amin.

No comments yet.