Renungan 20 November: AYAHKU, SAHABATKU

20-ayahku-sahabatku

Anton melihat dengan iri pada Jimi dan ayahnya, mereka terlihat begitu akrab satu sama lain. Jimi tengah belajar mengendari sepeda roda dua, dan ayahnya mengawasinya dari belakang. Sesekali ayah Jimi memegangi sepeda, saat Jimi terlihat hendak jatuh.

center

Berbeda sekali dengan Anton dan ayahnya, yang hampir setiap hari bertengkar karena masalah yang sepele. Anton tidak suka melihat ayahnya pulang kerja lewat tengah malam, ia protes. Tapi ayahnya harus melakukan itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka.
“Jim, aku iri melihat kamu dan ayahmu. Tiap hari kalian bisa bercanda, jalan bareng, bermain bersama. Sementara aku… aku dan ayah seperti musuh bebuyutan…” ucap Anton dengan kesal.

Ayat Emas
“Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting”
(Ef.6:2a)

“Ton, apa pun keadaan ayah dan ibu kamu, mereka adalah orang-tua yang harus kamu hormati dan hargai, karena itu perintah Tuhan, supaya umur kita panjang dan sukses. Pasi ada alas an mengapa ayahmu selalu bekerja sampai larut malam. Pasti semua juga untuk kebaikkan keluarga kamu,” kata Jimi.
Seakrab apakah kamu dan keluargamu? Hal-hal apa saja yang biasa kalian kerjakan bersama?

Doakan
Teman-temanmu tetap hormat pada orang-tuanya dan menghargai mereka.

Doaku:
Tuhan Yesus, ajar aku untuk terus mengasihi orang-tuaku dan belajar memahami mereka. Amin.

No comments yet.