Renungan 17 Desember: HORMATILAH AYAH DAN IBUMU

17-hormatilah-ayah-dan-ibumu

“Huahhhh… bosan! Ini gak boleh, itu juga gak boleh… trus apa yang harus aku lakukan? Minta ipad gak boleh,… pinjam BB Papa juga gak boleh. Huhhh,… dasar Papa pelit!” omel Gusta.
“Gusta, seharusnya kamu tidak berkata-kata begitu….” ucap Dimas, kakaknya.

17-hormatilah-ayah-dan-ibumu-2

“Tapi, Kak…Papa memang pelit!”
“Gusta, pasti ada alasan mengapa Papa melakukan hal itu. Pertama mungkin saja Papa sedang tidak ada uang…lihat, kita kan sedang merenovasi kamarmu yang bocor itu? Trus, tentu saja Papa gak bisa meminjamkan BBnya buatmu, karena itu untuk bekerja. Kakak pikir kamu juga belum terlalu membutuhkan ipad. Kamu ingin punya ipad karena teman-temanmu lagi pegang itu ya?” ucap Dimas pada adiknya. Gusta hanya bisa tersipu malu mendengarkan kakaknya.

Ayat Emas
“Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak. ”
(Ams.12:15)

Mungkin kamu juga sering bingung tentang apa yang menjadi keinginan atau kebutuhanmu. Yang terjadi kemudian kamu sering memaksakan kehendakmu. Belajarlah mengerti akan kebutuhan orang-tuamu, karena apa yang telah mereka lakukan terhadapmu pasti yang terbaik bagimu. Jadi, teruslah belajar menghormati kedua orang-tuamu.

Doakan
Anak-anak di panti asuhan agar mereka juga menghormati para pengasuhnya.

Tuliskan permohonan maafmu pada papa/mamamu, atas sikapmu yang kasar selama ini:

Doaku:
Tuhan Yesus, ampunilah aku jika seringkali kurang menghormati orang-tuaku. Ajar aku untuk lebih peduli pada mereka. Amin.

No comments yet.