Renungan 4 Februari 2016: TAK PERNAH SENDIRI

2016.02.04-TAK-PERNAH-SENDIRI-01

Sejak pindah sekolah di kota yang baru, Albert sangat kesepian. Tidak ada satupun teman yang dikenalnya. Sudah hampir sebulan berlalu, tapi Albert masih merasa canggung bergaul dengan teman-teman barunya.

2016.02.04-TAK-PERNAH-SENDIRI-02

Akibatnya, Albert menjadi malas berangkat ke sekolah. “Malas, Bu. Aku gak punya teman di sekolah,” jawab Albert, saat ibu membangunkan dia. Ibu merasa sedih melihat perkembangan Albert. Tidak ada yang bisa dilakukannya, kecuali berdoa.

Ayat Emas
“Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakan Aku ”
(Mzm. 50:15)

Pada hari Minggu, Albert dan keluarganya berangkat ke Gereja, yang juga baru bagi mereka. Ibu mengantarkan Albert masuk ke ruang Sekolah Minggu. “Syalom, selamat pagi Albert. Apa kabar?” sapa Kak Upik, Guru Sekolah Minggu.

Doakan
Temanmu yang harus berpindah tempat karena mengikuti orang-tuanya.

“Anak- anak, ayo kasih salam pada Albert,” seru Kak Upik. Ah,… di sinilah Albert menemukan kehangatan seorang teman lagi.
Tuhan Yesus menjawab doa Ibu Albert. Tuhan Yesus yang memelihara mereka dari keterasingan. Halleluya!

Yuk, sekarang bantu Albert membereskan barang-barangnya. Bisakah kamu menuliskannya dalam bahasa Inggris?

2016.02.04-TAK-PERNAH-SENDIRI-03

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau terus menghiburku disaat aku merasa sendiri. Halleluya, amin.

— Kak Ayik

No comments yet.