Renungan 7 Februari 2016: TUHAN YESUS SETIA

2016.02.07-TUHAN-YESUS-SETIA-01

Tuhan Yesus setia, Dia sahabat kita
Dalam segala susahku, selalu menghiburku
Dia mengerti bahasa, tetesan air mata
Waktu badai mengamuk,
dan gelombang menyerang
Tuhan Yesus Setia.

Jika mendengar lagu itu, Rany jadi teringat kasih Tuhan Yesus yang luar biasa bagi keluarganya. Setahun yang lalu, ayahnya tiba-tiba menghilang tanpa pesan. Keluarga Rany benar-benar merasa hancur. Rany sedih melihat duka di mata ibunya, juga sedih melihat adik yang setiap hari menanyakan tentang ayahnya. Dalam kedukaannya, ibu hanya bisa berkata, “Tetaplah berdoa!”

Ayat Emas
“Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. ”
(Mzm. 66:19)

Sejak hari itu, setiap waktu Rany selalu mendengar ibunya menyanyikan lagu “Tuhan Yesus Setia.” Ibu menyanyikannya terus dengan sepenuh hati. Setiap hari ia mendengarkan suara ibunya menyanyikan lagu itu. Ada kekuatan yang mengalir memenuhi rumah melalui pujian itu, dan rasa duku ibu juga menghilang.

Doakan
Anak-anak yang terpisah dari orang tuanya, agar mereka dikuatkan dan terus berpengharapan dalam Tuhan Yesus.

Dua bulan kemudian, secara tak terduga melalui jejaring sosial Facebook, ibu menemukan jejak ayah. Ayah ada di Bali. Hal itu tidak menyurutkan hati ibu untuk terus berdoa dan memuji Tuhan bersama anak-anaknya. Empat bulan kemudian, ayah telah kembali bersama kami. Tuhan Yesus, benar-benar setia!

Baca dan hafalkan kalimat berikut!

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih, untuk keluargaku. Berkatilah aku dan keluargaku agar terus mengandalkan pertolongan-Mu. Amin.

No comments yet.