Renungan 17 Februari 2016: IA MENYEMBUHKAN

Bacaan: Ezra 10:1
2016.02.17-IA-MENYEMBUHKAN-01

Sudah beberapa hari ini kelas enam resah. Joshua kehilangan pensilnya, Raymond kehilangan penghapus, Mario kehilangan penggaris, Maria bukunya dicoret-coret. Wah, pokoknya benar-benar kacau.
”Hayo, siapa yang berbuat usil nih!” tanya Mario sang ketua kelas. “Kita lapor ke Bu Mitha saja,” usul Sensen.

Akhirnya siang itu semua murid kelas enam dikumpulkan di kelas. Bu Mitha pun mengajak semua anak untuk saling bergandengan tangan berdoa bersama. Tak berapa lama kemudian Bu Mitha bertanya, “Adakah yang ingin mengakui perbuatan usilnya?” Semua diam, kelas menjadi hening.

Ayat Emas
“Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu

(Ams. 3:7-8)

Tiba-tiba, Noris maju ke depan dengan kepala tertuduk ia mulai berkata, “Teman-teman, Bu Mitha, saya minta maaf. Sayalah yang selama ini usil menyembunyikan alat tulis teman-teman. Saya jengkel karena selama ini selalu dikerjain teman-teman.”

Doakan
Teman-teman di kelasmu yang masih bermusuhan agar mereka mau memaafkan.

Bu Mitha yang bijaksana memeluk Noris dengan penuh kasih. Maria mendekat dan menyalaminya,“Maafkan aku, Noris.” Satu persatu kemudian teman-teman yang lain juga memeluk Noris dan saling memaafkan. Kasih Tuhan Yesus, menyembuhkan semua luka.

Yuk, sekarang bantu Noris menemukan jalan menemui teman-temannya!

2016.02.17-IA-MENYEMBUHKAN-03

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau bersedia menyembuhkan hati dan jiwaku. Amin.

— Kak Ayik

No comments yet.