Renungan 20 Oktober 2014: SANG PEMBELA IMAN

2016.02.20-SANG-PEMBELA-IMAN-02

Yustinus Martir, lahir dari keluarga Yunani. Sejak kecil ia mendapat pendidikan yang baik, bahkan sempat belajar filsafat di Efesus. Otaknya yang cemerlang membuatnya bisa mempelajari filsafat Plato dengan baik.

2016.02.20-SANG-PEMBELA-IMAN-01

Tetapi Yustinus baru mengalami pertobatan saat ia bertemu dengan sorang Kristen yang sudah lanjut usia. Ia heran melihat kerendahan hati dan kewibawaan orang tersebut, dan membuatnya penasaran. Orang tua itu lalu mulai bercerita tentang Tuhan Yesus dan kasih-Nya yang luar biasa kepada manusia. Itulah titik awal pertobatan Yustinus.

Ayat Emas
“akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku. ”
(Ef. 1:16)

Setelah bertobat, Yustinus menunjukkan semangat yang luar biasa dalam menyebarkan kasih Kristus. Ia melakukan banyak perjalanan dengan pakaian seorang filsuf, tetapi dengan tujuan untuk memenangkan banyak jiwa.

Doakan
Para penginjil yang bekerja di daerah pedalaman supaya senantiasa dilindungi Tuhan

Yustinus bangga menjadi pengikut Kristus dan terus bekerja menyatakan kasih Kristus di setiap perjalanannya.Ia pun membawa setiap jemaat Kristus dalam doa-doanya. Yustinus mengucap syukur karena Kristus mau memakai dia untuk melayani jemaat-Nya. Karena keberaniannya ini, Yustinus di tangkap dan dihadapkan pada pengadilan Roma. Ia mati dipenggal sebagai Pahlawan Kristus.

Bisakah kamu membaca pesan berikut dan menuliskannya kembali?

Doaku:
Tuhan Yesus, aku ingin menjadi pahlawan kecil-Mu. Tolong aku untuk berani mengabarkan suka cita dari-Mu. Amin.

No comments yet.