Renungan 2 Maret 2016: PEJUANG KECIL

2016.03.02-PEJUANG-KECIL-01

Suatu malam di kota Aleppo, kota terbesar di Syria, negara yang berbatasan dengan Israel. Tiba-tiba ledakan yang memekakkan telinga terdengar. Sebuah mortar (senjata yang melontarkan bom) meledakkan sebuah bangunan. Seorang anak kecil berlari ke luar dari reruntuhan. Dengan berlinangan air mata ia berteriak memanggil ayah ibunya di antara asap dan debu yang beterbangan.

Tapi kedua orang tuanya tidak pernah membalas panggilannya selamanya.
Ahmed namanya. Usianya baru 8 tahun, setara kelas 2 SD. Ia kemudian diambil pamannya, satu-satunya keluarga yang ia miliki. Ke mana pamannya pergi ia ikut. Pamannya adalah seorang pejuang pemberontak melawan tentara pemerintah Syria.

Ayat Emas
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. ”
(Yak. 3:16)

Untuk menjaga keamanan dirinya sendiri, ia diperlengkapi dengan senjata AK-47, senjata yang sebenarnya terlalu berat untuk anak seusianya.
Ia hidup di gedung-gedung terlantar yang rusak oleh perang sipil. Dari gedung satu ke gedung lainnya. Suara ledakan mortar akrab di telinganya, bau kematian tidak membuatnya takut. Padahal ia baru berusia 8 tahun.

Doakan
Anak-anak di wilayah perang di Syria, Afghanistan, Kongo, Pakistan, Somalia, Irak dan Gaza.

Peperangan terjadi di beberapa bagian di dunia ini, yang disebabkan oleh iri hati dan mementingkan golongan tertentu.

Setiap golongan tidak mau mengalah dan memilih berperang. Anak-anak selalu menjadi korban. Lupakan sekolah, taman bermain dan bersepeda bersama apalagi jalan-jalan ke mall. Menyedihkan.

Hafalkan kalimat berikut!

2016.03.02-PEJUANG-KECIL-03

Doaku:
Tuhan Yesus, aku bersyukur boleh tinggal di negara yang damai dan tumbuh normal sebagai anak-anak. Amin.

No comments yet.