Renungan 25 Maret 2016: TALI KASIH

2016.03.25-TALI-KASIH-01

Piko diminta Ibu belanja bahan membuat kue di toko yang tak jauh dari rumah. Agak banyak juga belanjanya hari itu. Kemudian Piko mengikat barang belanjaannya di belakang sepeda dengan tali tafia.

2016.03.25-TALI-KASIH-02

Saat melewati lobang di jalan, belanjaan Piko jatuh karena talinya putus. Yaaahhh, telur pecah, tepung jadi bertebaran di jalan. Piko langsung menangis ketakutan. Untung Ibu tidak marah.

Ayat Emas
“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. ”
(Kol. 3:14)

Itulah gunanya tali pengikat. Kalau Piko menggunakan tali tampar atau tali rafia berlapis, pasti kuat menahan goncangan. Begitu juga dengan suatu hubungan. Jika kamu bersahabat dengan tamanmu karena dia cantik, pintar atau kaya, maka kalau ada masalah, hubungan persahabatanmu bisa putus.

Doakan
Anak-anak mau mengasihi teman-temannya dengan kasih yang tulus.

Tapi jika kamu mengikatnya dengan kasih, apapun yang terjadi, kamu akan tetap bersahabat, walaupun kadang ada masalah.
Kalau kamu memilih sahabat, pastikan kalian dekat karena saling mengasihi, bukan karena alasan lainnya.

Tali kasih itu bahannya apa saja sih, kok kuat sekali ? Nah, coba hadapkan tulisan di bawah ini di depan kaca, kamu akan tahu jawabnya. Tuliskan ulang ya..

Doaku:
Tuhan Yesus, ajari aku untuk tidak meremehkan orang lain karena Engkaupun memakai mereka untuk kemuliaan-Mu. Amin.

No comments yet.