Renungan 30 Maret 2016: POWER OF GIVING

2016.03.30-POWER-OF-GIVING-01

Pada suatu pagi terjadi keributan di sebuah gang di pasar. Seorang anak berumur 6 tahun tertangkap basah sedang mencuri 3 strip obat pereda nyeri. Anak ini diteriaki dan dipukul oleh ibu empunya toko. Sia anak mengaku ia mencuri untuk ibunya yang sedang sakit dan ia tidak punya uang untuk membelinya.

2016.03.30-POWER-OF-GIVING-02

Di depan toko obat itu ada seorang bapak penjual mie. Ia menengahi dengan membayar apa yang dicuri oleh si anak. Kemudian ia memberi anak itu sebungkus sup dan menyuruhnya pulang.

Ayat Emas
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. ”
(Ams.19:17)

Tiga puluh tahun berlalu. Bapak ini masih menjual mie dan masih menyediakan bungkusan sup untuk pengemis yang datang ke warung mie-nya yang sederhana. Anak perempuannya kadang sebal dengan apa yang dilakukan si bapak yang suka memberikan makanan gratis pada orang tidak mampu. Padahal mereka sendiripun hidupnya pas-pasan.

Doakan
Pemerintah supaya mengurusi orang miskin yang sakit

Suatu pagi, tiba-tiba si bapak terjatuh pingsan dan tidak sadar juga sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Ternyata bapak ini menderita tumor otak dan harus segera dioperasi. Biayanya sangat besar sehingga si anak bingung dan berencana menjual warung mie mereka. Si anak menangis semalaman di samping ayahnya yang sedang terbaring tak berdaya.

Saat bangun keesokan paginya, ia melihat sebuah surat diletakkan di samping kepalanya saat ia tertidur. Surat itu berbunyi demikian, “Semua biaya sudah lunas 30 tahun lalu dengan 3 strip obat pereda nyeri dan sebungkus sup”. Ternyata dokter yang menangani si bapak ini adalah anak yang mencuri obat 30 tahun lalu! Ia telah menjadi dokter bedah ternama.

Memberi adalah menabur. Apa yang kita tabur akan kita tuai suatu saat. Milikilah rasa belas kasihan dan jangan pelit. Jadilah berkat untuk orang lain. OK …!

http://www.youtube.com/watch?v=8iIIWQlK1Ww

Doaku:
Tuhan Yesus, ajari aku untuk memberi dengan hati. Amin.

— Kak Ayik

No comments yet.