Renungan 9 April 2016: AKIBAT MERUSAK ALAM

2016.04.09-AKIBAT-MERUSAK-ALAM-01

Pak Josep terjebak banjir, saat pulang dari kerja. Motornya rusak, tak mau berjalan. Orang-orang yang lain bergegas menyelamatkan diri.

2016.04.09-AKIBAT-MERUSAK-ALAM-02

Bahkan, karena air terus menerus naik, Pak Karim, tetangga Pak Josep, akhirnya terpaksa naik ke atap rumahnya, untuk menyelamatkan diri.
Belakangan ini, sering kali banjir datang, meski hujan hanya rintik-rintik saja. Lho, kenapa ya? Ternyata karena pohon-pohon besar yang biasanya bertugas menyimpan air dalam tanah, ternyata telah hilang.

Ayat Emas
“TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya;”
(Hak. 5:4)

Banyak pohon ditebang dengan alasan untuk memperluas daerah pemukiman warga, atau pembangunan mall. Tambah lagi, gorong-gorong tempat air mengalir semakin sedikit…tentu saja saat air meluap, mudah saja terjadi banjir.
Pada zaman Nuh, Allah dengan sengaja memusnahkan segala isi bumi dan manusia, karena mereka telah hidup dalam dosa.

Doakan
Pemerintah agar bisa menyelesaikan masalah banjir di daerah perkotaan

Kemarahan Allah itu diwujudkan dalam air bah besar. Tapi sekarang ini banjir terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri yang merusak bumi.
Berikut adalah barang-barang yang dibutuhkan saat musim hujan tiba. Tahukah kamu apa namanya?

2016.04.09-AKIBAT-MERUSAK-ALAM-03

Doaku:
Tuhan Yesus, ampunilah aku yang seringkali menyalahkan Engkau
ketika musibah atau bencana di muka bumi ini terjadi. Aku mau melakukan kehendak-Mu. Amin.

No comments yet.