Renungan 16 April 2016: ALLAH = SABAR

2016.04.16-ALLAH-=-SABAR-01

Niken menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya. Dia takut ada kata-kata amarah keluar dari mulutnya.
Hari itu Niken sangat marah terhadap teman-temannya, yang menjadi anggota kelompoknya. Mereka sudah berjanji mengumpulkan tugas masing-masing orang, agar ia segera merangkum hasil tugas kelompok mereka. Tapi, bukannya segera mengumpulkan tugasnya, mereka malahan asyik nge-games di halaman rumah Niken.

2016.04.16-ALLAH-=-SABAR-02

Ah, untung saja Niken teringat nasihat mamanya, agar ia belajar bersabar. Kalau tidak, pasti sudah ada kata-kata kasar keluar dari mulutnya.
Tahukah kamu, sabar adalah gaya hidup Allah. Sejak penciptaan hingga hari ini, Dia tidak pernah terburu-buru tapi selalu menanti saat-saat yang tepat, bahkan rela menunggu.

Ayat Emas
“…. ketika Allah tetap menanti dengan sabar …. ”
(1 Ptr. 3:20b)

Bayangkan, seharusnya manusia yang berdosa bisa saja langsung dibinasakan Tuhan. Tapi Allah terus bersabar menunggu Nuh yang sedang membuat bahtera. Menunggu orang-orang yang mau datang pada-Nya.
Tapi hanya delapan orang saja yang masuk ke dalam bahtera Nuh.

Doakan
Teman-temanmu yang malas ke Sekolah Minggu mau mengubah kebiasaan buruk tersebut.

Meski demikian Tuhan masih tetap sabar, agar manusia bisa diselamatkan melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Agar setiap orang yang belum mengenal-Nya, mau percaya bahwa Dialah satu-satunya Juru Selamat dan penolong kita. Belum menerima Tuhan sebagai Juru Selamatmu? Yuk, jangan lewatkan kesempatan ini. Dia masih sabar menunggumu.

Baca dengan suara keras:

2016.04.16-ALLAH-=-SABAR-03

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih, selalu menungguku dengan sabar. Amin.

No comments yet.