Renungan 9 JUNI 2016: JUJUR

2016.06.09-JUJUR

Suatu hari, Nina pulang dari sekolah dengan wajah tertundak lesu, muka letih dan cemberut.

2016.06.09-JUJUR-2

“Ada apa Nina? Mengapa wajahmu cemberut dan lesu begitu?” tanya mama dengan sabar.

Ayat Emas
“Jika orang benar menang, banyaklah pujian orang, tetapi jika orang fasik mendapat kekuasaan, orang menyembunyikan diri.”
Anak-anak Sekolah Minggu mau tetap jujur meski di sekitar mereka berlaku sebaliknya.

Teman-teman mengejekku, Ma, karena waktu tes nilaiku paling jelek. Habis teman-temanku pada nyontek, aku sendiri yang tidak nyontek,” jawab Nina pelan.

Doakan
Anak-anak Sekolah Minggu mau tetap jujur meski di sekitar mereka berlaku sebaliknya.

“Mama bangga denganmu Nina. Sekalipun nilaimu tidak sebagus teman-temanmu, tapi kamu telah menjadi teladan dengan berlaku jujur. Kamu tidak perlu malu dan rendah diri, kejujuranmu jauh lebih penting dari pada nilaimu. Mungkin sekarang nilaimu jelek, suatu saat kamu akan mendapatkan nilai yang lebih bagus, jika kamu terus berusaha belajar dengan giat.”

Selama hidup di dunia, Tuhan Yesus senantiasa berlaku benar. Anak-anak Tuhan pun harusnya demikian, meskipun orang lain tetap berlaku tidak jujur, kamu harus berbuat jujur. Tuhan mengasihi orang-orang yang jujur dan takut akan Tuhan.

Apakah kamu pernah mengalami seperti Nina? Ceritakan kisahmu di bawah ini:

Doaku:
Tuhan Yesus, aku mau belajar jujur. Tolong aku untuk menjaga hati, mulut dan lidahku, agar tidak berkata serong. Di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

No comments yet.