Renungan 10 JUNI 2016: TETAP MENYALA

2016.06.10-TETAP-MENYALA

Ayah Naomi menjadi hamba Tuhan di daerah pedalaman. Jadi Naomi dan ibunya juga tinggal di desa terpencil, yang belum ada listrik, setiap malam mereka memakai lampu teplok.

2016.06.10-TETAP-MENYALA-2

Bisakah kamu bayangkan tinggal di pedalaman? Sepi, jika malam sangat gelap, tak ada hiburan TV, MP3, gadget. Sepi banget…hanya suara alam, jengkerik, suara angin, bahkan Naomi pun bisa mendengarkan suaranya sendiri yang bergaung, saat ia berjalan-jalan di gunung bersama ayahnya.

Ayat Emas
“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.”
(Mat.12:20)

Awalnya Naomi merasa stres, karena ia telah terbiasa hidup di perkotaan. Tapi lama kelamaan ia mulai terbiasa. Apalagi ayah dan ibunya senantiasa menghiburnya dengan kisah tentang Tuhan Yesus, yang senantiasa menjadi terang dalam hidup mereka. Ayah Naomi senantiasa mengingatkan agar Naomi juga menjadi terang bagi teman-temannya.

Doakan
Anak-anak bisa menjadi terang di tengah-tengah keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Tuhan Yesus mau terang dalam hidupmu senantiasa juga tetap menyala dan bercahaya. Itulah sebabnya Tuhan akan terus menolong agar terang yang ada padamu tidak menjadi padam. Pancarkanlah terangmu dengan terus berbuat kebaikan dan terus berprestasi dalam hidupmu!

Bisakah kamu menyebutkan, apa saja benda penerang yang diciptakan Tuhan?

Doaku:
Tuhan Yesus, aku ingin menjadi terang yang memberkati di antara teman-temanku. Pimpin aku ya, Bapa untuk memancarkan kasih-Mu. Amin.

No comments yet.