Renungan 2 Agustus 2016: PIALA DARI TUHAN

02-PIALA-DARI-TUHAN

“Ampun…ampun… aku kapok!” teriak Bimo kesakitan.
“Sudah… gak usah mengeluh. Itu risiko kalau jadi anak nakal… Lagian kenapa bisa sampai patah begini sih?” ucap Ibu memarahi Bimo.
“Itu, Bu… tadinya Bimo mau ikut lomba lari memperebutkan Piala Walikota. Sudah hampir menang,… tiba-tiba si Wawan, anak kampung sebelah, menyalibku… jadi, ya aku tendang saja kakinya biar jatuh.. eh, malah dia jatuhnya nimpa aku, Bu!” cerita Bimo mengakui kesalahannya.

02-PIALA-DARI-TUHAN-2

“Bimo…Bimo… kamu kok gak pernah kapok ya, dari dulu pakai kekerasan untuk menang? Kalau sekarang si Wawan menang dapat Piala Walikota,… kamu dapat apa? Dapat piala dari Tuhan… nih rupanya….” ucap ibu, sambil menunjuk lengan Bimo yang patah.

Ayat Emas
“Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan ”
(Mzm. 11:5)

Tuhan paling tidak suka terhadap anak-anak yang suka berbuat curang, untuk mendapatkan kemenangan atau keuntungan abgi dirinya sendiri, apalagi dengan jalan kekerasan. Berjuanglah secara sehat, jujur, agar mendapatkan piala yang benar, bukannya malahan mendapatkan celaka.

Doakan
Semua orang di sekitarmu agar saling mengasihi dan menolong satu sama lain.

Bacalah Amsal 14: 2, dan lengkapilah kalimat yang hilang berikut ini!

02-PIALA-DARI-TUHAN-3

Doaku:
Tuhan Yesus, ajarilah aku berlaku jujur dalam setiap pertandingan atau perjuangan, agar aku tetap menjadi anak yang baik. Amin.

No comments yet.