Renungan 18 Agustus: BESAR MULUT

18-BESAR-MULUT-

Ambillah sebuah kaleng kosong, siapkan juga beras atau kacang hijau secukupnya. Pukullah kaleng dalam keadaan kosong tersebut memakai sepotong kayu. Dengar baik-baik suaranya.

18-BESAR-MULUT-02-

Kemudian isi kaleng dengan beras atau kacang hijau sampai setengahnya, coba pukul kembali kaleng tersebut. Dengarkan dan amati bunyinya. Terakhir, isi penuh kaleng dengan beras atau kacang hijau lalu pukul lagi… Apakah kamu dapat membedakan bunyinya? Suara dari kaleng kosong, atau kaleng yang terisi dengan beras/kacang hijaukah yang terdengar nyaring? Yap, tong kosong nyaring bunyinya!

Ayat Emas
“Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.”
(1 Ptr.2:15)

Kalau ingat suara kaleng kosong itu, pasti kamu juga ingat pepatah “Tong kosong nyaring bunyinya.” Gak ada isinya, tapi berbunyi nyaring. Maksudnya otaknya kosong alias bodoh, tapi suaranya besar alias omong kosong.
Feri suka omong besar, tapi saat ditanya tentang pelajaran, pasti tidak bisa menjawab.

Doakan
Teman-teman di kelasmu pandai dan tidak sombong.

“Alah…. itu gampang…. kecil… gak belajar juga bisa….” ucap Feri, meremehkan teman-temannya yang sedang belajar Matematika.
“Tapi, kok, nilai matematika kamu gak pernah bagus?” sahut Sandy.
“Alaaa…. itu kan pas lagi apes saja… salah tulis…” lagi-lagi Feri menjawab.
“Jangan omong besar saja… buktikan dong kalau kamu bisa. Jangan mulutmu saja yang besar, tapi otaknya kecil alias kosong!” teriak Sandy.

Tuhan mau agar anak-anak kesayangannya rajin belajar, pintar dan pandai, tapi tidak banyak omong alias tidak sombong walaupun pintar.

18-BESAR-MULUT-03-

Doaku:
Tuhan Yesus, ajari aku untuk selalu rendah hati dan tidak sombong. Amin.

No comments yet.