Renungan 23 Agustus: BERSIH-BERSIH KAMPUNG

23-BERSIH-BERSIH-KAMPUNG

Hari ini di kampung Bagas ramai sekali. Sejak pagi tadi, semua orang bekerja bakti membersihkan rumahnya masing-masing, juga lingkungan di sekitar mereka.

23-BERSIH-BERSIH-KAMPUNG-2

“Memangnya mau ada apa sih Kak?” tanya Putri pada Bagas, kakaknya.
“Minggu lalu Pak Lurah mengumumkan kalau di desa kita mau diadakan bersih desa. Dan semua orang diminta ikut berpartisipasi…” ucap Bagas.

Ayat Emas
“Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa. ”
(Ams. 14:34)

“Memangnya mau ngapain Kak, kok mesti bersih-bersih desa?” tanya Putri lagi.
“Ini adalah salah satu tradisi budaya di desa kita, agar desa kita bersih. Maksudnya tak hanya bersih waktu kita lihat, tapi juga bersih dari segala macam kejahatan…karena biasanya usai bersih-bersih, kita adakan ucap syukur bersama dan berdoa bagi desa kita ini,” terang Bagas.

Doakan
Anak-anak di daerah tempat tinggalmu peduli terhadap kebersihan lingkungannya.

“Ooh…jadi perlu ya, mendoakan kampung dan desa kita ini?”
“Perlu dong…! Agar kita selalu ingat bahwa kita juga perlu mengucap syukur pada Tuhan atas berkat-berkatnya yang membawa kemajuan pada desa, tempat kita tinggal!”
Anak-anak Tuhan juga perlu mendoakan di mana kalian tinggal, agar kemuliaan Tuhan bisa juga dipancarkan dalam kehidupan kalian.

Acak setiap huruf dalam kata-kata berikut, agar menjadi sebuah nama alat kebersihan!

23-BERSIH-BERSIH-KAMPUNG-3

Doaku:
Tuhan Yesus, terima kasih, buat kebaikan-Mu. Berkatilah aku agar bisa menjadi berkat bagi bangsaku. Amin.

No comments yet.