Special Hari Anak Nasional: KAMU HARUS TAU NIH!!!

special-hari-anak-nasional

Ada dua pertanyaan, coba jawablah! Apa yang kamu lakukan seusai bangun tidur? SATE, mandi, sarapan, berangkat sekolah, (kegiatan lainnya). Lantas apa yang kamu lakukan seusai pulang sekolah? Pergi ke mall beramai-ramai, les, tidur siang, main game, atau mengikuti ekstra sekolah (kegiatan lainnya).

Jika kamu merasa setuju dengan lebih dari dua jawaban, itu artinya kamu berada pada zona aman. Upss, apaan tu zona aman? Artinya kamu berada pada sebuah rutinitas normal dan bahkan sangat menyenangkan. Apakah diantara kamu ada yang merasa itu adalah situasi yang membosankan? Jika jawabanmu adalah iya, maka kamu perlu membaca artikel ini hingga tuntas ya.

Yuks sejenak mengingat beberapa anak seumuranmu yang ada di traffic light? Apa yang mereka lalukan disiang hari? Dikala kamu sekolah, naik mobil atau sepeda, mereka ternyata sibuk mencari uang dengan cara mengemis dan mengamen. Sesekali kamu perlu turun dan bertanya mengapa mereka tidak sekolah padahal saat ini sudah tersedia program BOS, sehingga mereka tidak perlu khawatir soal biaya bukan. Kamu juga bisa mencermati anak-anak yang hampir seusiamu menjajakan makanan di depan sekolahmu. Apakah mereka kurang kerjaan hinggga rela melakukannya? Oh tentu itu bukan kehendak mereka guys.

Mereka adalah segelintir anak yang tidak seberuntung kamu. Kondisi ekonomi menjadi pemicu utama teman sebayamu tersebut harus merelakan masa indah mereka untuk bermain dan belajar harus sirna begitu saja. Pemicu kedua adalah rendahnya tingkat pendidikan orangtua. Sehingga dirasa kurang penting menyekolahkan anak sebab orangtuanyapun juga belum menyenyam pendidikan di sekolah. Kondisi itu disebut telah melanggar hak asasi anak. Lho anak punya hak? Ya, kamu punya lho, dan itu perlu kamu sadari. Sebab hak tersebut resmi ada dalam UU Perlindungan Anak, dan apabila dilanggar, maka bisa berurusan dengan meja hijau atau pengadilan. Yuks simak apa saja hak yang harus kamu terima guys.

Ada 10 hak tersebut adalah:

  1. Hak atas persamaan
    Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
  2. Hak untuk memiliki nama
    Setiap anak berhak untuk mempunyai nama dan tercatat dalam dokumen negara. Hak ini erat kaitannya dengan hak berikutnya, yaitu hak untuk memiliki kewarganegaraan.
  3. Hak untuk memiliki kewarganegaraan
    Setiap anak berhak untuk diakui kewarganegaraannya oleh suatu bangsa secara resmi melalui penerbitan dokumen kewarganegaraan, meliputi akta kelahiran dan kartu tanda penduduk. Dokumen-dokumen tersebut penting untuk menjamin hak-haknya mendapatkan pendidikan, pekerjaan yang layak, pelayanan kesehatan yang memadai, dan hak sosial politik saat pemilihan umum.
  4. Hak atas perlindungan
    Setiap anak berhak dilindungi baik secara fisik, psikis, spiritual, dan moral. Anak perempuan dan anak laki-laki harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan perlakuan yang merugikan diri anak dan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Termasuk pemberdayaan anak untuk produktif secara ekonomi sebagai pekerja anak.
  5. Hak atas makanan
    Anak adalah cikal bakal masa depan suatu bangsa. Maka, ia harus terpenuhi kebutuhan utamanya, yang dalam hal ini adalah nutrisi. Setiap anak berhak dan harus mendapat asupan nutrisi yang cukup melalui makanan yang layak.
  6. Hak atas pendidikan
    Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan yang layak tidak hanya mencakup keikutsertaan anak dalam lembaga pendidikan, melainkan kebutuhan pendukung untuk mengikuti pendidikan; seperti buku, alat tulis, seragam, lingkungan belajar yang kondusif.
  7. Hak atas kesehatan
    Setiap anak berhak mendapatkan jaminan kesehatan yang memadai. Jaminan kesehatan mencakup imunisasi dasar saat bayi, makanan dengan gizi seimbang, akses ke Pos Layanan Terpadu (Posyandu) setiap bulannya, imunisasi dasar di sekolah, pemeriksaan gigi setiap enam bulan, termasuk juga pelayanan kesehatan reproduksi yang ramah remaja.
  8. Hak rekreasi
    Salah satu hak yang juga merupakan kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan akan hiburan. Rekreasi bersama keluarga atau teman harus menjadi hal yang wajib dimiliki anak. Rekreasi tidak harus kegiatan yang menghabiskan banyak biaya. Kegiatan yang menyenangkan anak seperti membacakan buku cerita dan menonton kartun bersama juga bisa jadi hiburan berarti bagi anak.
  9. Hak bermain
    Masa kanak-kanak identik dengan masa asyiknya bermain. Bermain bagi anak merupakan bentuk pembelajaran juga. Pastikan anak memiliki waktu bermain setiap harinya.
  10. Hak atas peran dan keterlibatan dalam pembangunan
    Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh anak-anak. Sejak usia dini, anak-anak sudah harus diperkenalkan dengan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Mereka harus diperkenalkan perannya dalam proses pembangunan bangsa. Salah satu caranya adalah dengan memberikan mendapatkan informasi yang sesuai dengan usianya, didengarkan dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut diri mereka. Pemenuhan hak anak seharusnya memberi kesempatan pada anak untuk berperan aktif mencapai cita-citanya dan berperan memajukan bangsanya.

Hak-hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dimajukan, dilindungi, dipenuhi, dan dijamin oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara (Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI). Hak-hak ini pertama kali dibentuk pada tahun 1923 oleh seorang tokoh perempuan bernama Eglantyne Jebb.

Tuh, kamu sebagai anak ternyata mempunyai hak juga lho. Namun perlu selalu diingat bahwa hak senantiasa berimbang dengan kewajiban lho. Misalnya kewajibanmu sebagai siswa harusnya kamu belajar dan mengerjakan PR. Kewajibanmu sebagai anak bagi orangtuamu adalah kamu membantu mereka menyelesaikan tugas rumah.

Nah, sekarang sudah tau hakmu kan. Oleh karena itu, kamu yang telah membaca artikel ini alangkah baiknya mensyaringkan kepada teman-teman yang lain bahwa kalian mempunyai banyak hak. Sehingga temanmu yang sedang bergumul dengan masalah perceraian orang tua, terkena kekerasan oleh orang lain atau bully paham bahwa mereka berhak melaporkan kondisi tidak nyaman tersebut ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), telp. 021-319 015 56 atau e-mail ke info@kpai.go.id.

Yuks, dimulai dari hal sederhana, syaringkan pada sahabatmu, atau kirim SMS kepada mereka, kamu juga bisa menceritakan ketika bertemu dengan teman sebaya di traffic light, atau reposting artikel ini di sosmedmu ya. Biar seluruh anak di Indonesia paham bahwa kalian berharga dan sangat dilindungi Negara. Tentu saja karena kalian teristimewa sebab telah ditebus oleh darah Kristus. Let’s do it!

Selamat hari Anak Nasional Kidz.
Terus menjadi anak yang Tuhan yang senantiasa rajin baca Alkitab, ke Gereja dan menolong sesama ya. GBU

No comments yet.